Desember Jani, All Women Project Palari Films, Angkat Luka Keluarga dalam Satu Rumah

HypeNTrend – Palari Films memperkenalkan film terbaru mereka, Desember Jani, sebuah proyek film yang seluruhnya digawangi perempuan. Film ini mengangkat kisah keluarga Indonesia melalui hubungan empat perempuan dari tiga generasi yang tinggal dalam satu rumah.

Perkenalan Desember Jani berlangsung dalam acara media gathering di ForkSteel, Kuningan, Jakarta Selatan. Dalam kesempatan tersebut, Palari Films sekaligus meluncurkan teaser trailer dan video musik lagu tema atau OST berjudul Kopi Kaleng.

Film ini menghadirkan kisah keluarga yang tidak sempurna dengan persoalan komunikasi, jarak emosional, kehilangan, hingga kerinduan yang sulit diungkapkan.

Kisah Empat Perempuan dalam Satu Rumah

Desember Jani berpusat pada Winnie yang diperankan Sigi Wimala, seorang ibu yang berusaha menghadapi berbagai persoalan emosional di tengah keluarganya.

Winnie tinggal bersama ibunya, Oma, yang diperankan Tutie Kirana, serta anak keduanya, Jani yang dimainkan Chempa Puteri. Sementara itu, anak pertama Winnie, Julia yang diperankan Hyori Mika, memilih meninggalkan rumah.

Teaser trailer yang diperkenalkan Palari Films memberikan gambaran mengenai pergulatan Winnie dalam menghadapi situasi tersebut. Kepergian Julia menjadi salah satu sumber konflik emosional yang perlahan membuka persoalan lebih besar dalam keluarga.

Dengan empat perempuan dari tiga generasi sebagai pusat cerita, Desember Jani mencoba melihat bagaimana setiap anggota keluarga memiliki cara berbeda dalam menghadapi rasa kehilangan, cinta, gengsi, dan kerinduan.

Angkat Persoalan Komunikasi dalam Keluarga

Produser Desember Jani, Meiske Taurisia, mengatakan film ini berangkat dari pentingnya kemampuan untuk berbicara dan mendengarkan, terutama di dalam keluarga.

“Di tengah ruang interaksi yang kian luas dan tanpa batas, termasuk media digital, kemampuan untuk saling ‘berbicara’ dan ‘mendengarkan’ menjadi hal fundamental yang perlu terus dilatih. Idealnya, rumah dan keluarga menjadi tempat utama latihan tersebut. Namun pada kenyataannya, tidak ada keluarga yang benar-benar sempurna, tak terkecuali keluarga Jani,” ujar Meiske.

Persoalan komunikasi tersebut menjadi salah satu fondasi cerita. Desember Jani tidak hanya memperlihatkan konflik antaranggota keluarga, tetapi juga bagaimana perasaan yang tidak tersampaikan dapat menciptakan jarak meski seseorang berada di dalam rumah yang sama.

Sutradara Ariani Darmawan menyebut film ini sebagai cerita mengenai keluarga yang terus berusaha memperbaiki hubungan mereka.

“Desember Jani mengisahkan sebuah keluarga tak sempurna yang terus berjuang untuk mencoba. Tentang bagaimana hubungan intim dalam keluarga sering kali diwarnai kesulitan untuk mengungkapkan perasaan sesungguhnya. Berbicara secara jujur dan apa adanya mungkin menjadi jalan terbaik untuk saling mendekatkan kembali,” kata Ariani.

Sigi Wimala Bicara soal Kehilangan

Sigi Wimala melihat Desember Jani sebagai film yang dekat dengan realitas kehidupan keluarga. Sebagai Winnie, ia memainkan sosok ibu yang harus menghadapi kepergian anaknya sekaligus berbagai perasaan yang muncul setelahnya.

Menurut Sigi, kepergian seseorang tidak selalu berarti kehilangan untuk selamanya.

“Tidak semua yang pergi benar-benar hilang,” tutur Sigi.

Ia menilai kisah keluarga dalam Desember Jani memperlihatkan bagaimana cinta dapat hadir dengan berbagai bentuk. Ada rasa rindu yang disembunyikan, gengsi yang membuat seseorang sulit mendekat, hingga pilihan untuk tidak bertemu meski masih saling menyayangi.

“Ungkapan itu menggambarkan bahwa kepergian seseorang bisa jadi hanya bersifat sementara. Apa yang dialami keluarga ini merupakan wujud ekspresi cinta dengan segala dinamika dan kompleksitasnya. Ada gengsi namun menyimpan rindu, meski terkadang terasa lebih baik untuk tidak bertemu. Semua pergolakan tersebut terasa sangat dekat dengan realita keluarga dan itulah yang menjaganya tetap sebagai sebuah keluarga,” lanjut Sigi.

Luna Maya Bergabung sebagai Produser Eksekutif

Kekuatan konsep All Women Project Desember Jani semakin terasa dengan keterlibatan Luna Maya sebagai produser eksekutif.

Kehadiran Luna melengkapi jajaran tim produksi sekaligus pemain yang didominasi perempuan. Bagi Luna, keterlibatannya dalam film ini memberikan pengalaman baru dalam perjalanan kariernya di industri perfilman Indonesia.

“Saya sangat bangga dapat menjadi bagian dari produser eksekutif film Desember Jani. Ini adalah karya yang hangat dengan sentuhan berbeda dari Palari Films, yang senantiasa konsisten menjaga mutu karyanya di bioskop serta berdaya saing di kancah festival internasional,” ungkap Luna.

Menurut Luna, Desember Jani menawarkan cerita yang mengingatkan penonton mengenai pentingnya saling merangkul, baik sebagai anak maupun sebagai orang dewasa.

“Merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi saya untuk terlibat dalam All Women Project ini. Cerita yang dihadirkan di film ini menyadarkan kita, bahwa sebagai anak maupun orang dewasa, yang kita butuhkan adalah merangkul satu sama lain. Mari kita saling merangkul di bioskop,” tambahnya.

OST Kopi Kaleng Perkuat Cerita Sisterhood

Selain teaser trailer, Palari Films juga memperkenalkan video musik Kopi Kaleng, lagu yang menjadi OST Desember Jani.

Lagu ciptaan Harlan Boer tersebut diaransemen ulang dan dinyanyikan oleh dua pemeran utama film, Hyori Mika dan Chempa Puteri.

Menariknya, video musik tersebut juga disutradarai sekaligus disunting langsung oleh Hyori Mika. Visualnya menyoroti hubungan persaudaraan antara Julia dan Jani.

Video musik Kopi Kaleng menjadi pelengkap yang memperlihatkan sisi lebih hangat dari hubungan kedua saudara tersebut. Kehadiran lagu ini sekaligus memperkuat tema sisterhood yang menjadi bagian penting dalam Desember Jani.

Debut Penulis Skenario dan Kembalinya Ariani Darmawan

Desember Jani juga menjadi proyek dengan sejumlah catatan penting di balik layar.

Ariani Darmawan kembali duduk di kursi sutradara melalui film ini. Sementara skenarionya ditulis oleh novelis Cyntha Hariadi, yang menjadikan Desember Jani sebagai debutnya dalam penulisan skenario film.

Film ini diproduseri Meiske Taurisia dengan jajaran pemeran utama yang terdiri dari Chempa Puteri, Sigi Wimala, Tutie Kirana, dan Hyori Mika.

Komposisi tersebut semakin menegaskan konsep Desember Jani sebagai proyek yang memberikan ruang besar bagi perempuan, baik di depan maupun di belakang kamera.

Syuting di Bandung, Tayang Desember 2026

Seluruh proses produksi dan syuting Desember Jani berlangsung di Bandung. Kota tersebut juga menjadi titik temu kreativitas antara Palari Films dan ForkSteel yang memberikan dukungan terhadap acara peluncuran film.

ForkSteel, restoran 24 jam dengan konsep industrial milik Fork, grup F&B asal Bandung yang kini memperluas bisnisnya ke Jakarta, menjadi lokasi media gathering pengenalan Desember Jani.

Mengusung cerita tentang keluarga Indonesia, Desember Jani mencoba menghadirkan persoalan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Mulai dari jarak emosional antar generasi, kasih sayang yang tidak selalu disampaikan lewat kata-kata, hingga keberanian untuk membuka kembali hubungan yang sempat renggang.

Film Desember Jani dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia pada 10 Desember 2026.

Bagi penonton yang pernah merasakan sulitnya mengungkapkan perasaan kepada keluarga, Desember Jani menawarkan sebuah cerita tentang satu hal sederhana: terkadang, untuk kembali dekat, seseorang hanya perlu berani berbicara dan mau mendengarkan.