HypeNTrend – Memiliki barang impian seperti smartphone, laptop, kamera, kendaraan, hingga barang untuk menunjang hobi tentu menjadi keinginan banyak orang. Namun, harga yang tidak sedikit sering membuat rencana pembelian hanya berhenti sebagai wishlist.
Sebenarnya, membeli barang impian tidak selalu harus dilakukan dengan berutang atau kredit. Dengan perencanaan keuangan yang tepat, barang yang diinginkan bisa dibeli menggunakan hasil tabungan sendiri.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menganjurkan agar seseorang memiliki tujuan keuangan yang jelas dan memasukkan kebutuhan menabung ke dalam anggaran. Dengan begitu, proses mengumpulkan uang menjadi lebih terarah.
Berikut lima tips menabung untuk membeli barang impian yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
- Tentukan Barang dan Target Harga
Langkah pertama adalah menentukan secara spesifik barang yang ingin dibeli. Jangan hanya membuat target seperti “ingin punya laptop baru”, tetapi tentukan jenis, spesifikasi, hingga perkiraan harganya.
Misalnya, kamu ingin membeli laptop dengan harga Rp12 juta. Setelah mengetahui nominal tersebut, tentukan kapan barang itu ingin dibeli.
Jika targetnya 12 bulan, secara sederhana kamu perlu menyiapkan sekitar Rp1 juta setiap bulan. Jika nominal tersebut terasa berat, waktu menabung dapat diperpanjang menjadi 18 bulan sehingga kebutuhan tabungan menjadi sekitar Rp667 ribu per bulan.
Target yang spesifik dan memiliki tenggat waktu membuat tujuan keuangan lebih mudah dipantau. OJK juga menyarankan agar tujuan keuangan dibuat jelas, terukur, realistis, dan disesuaikan dengan kemampuan.
- Sisihkan Uang di Awal, Bukan Menunggu Sisa
Kesalahan yang sering terjadi ketika menabung adalah menunggu uang tersisa di akhir bulan. Cara tersebut justru berisiko membuat target tidak tercapai karena uang sudah habis digunakan untuk berbagai kebutuhan.
Sebaliknya, sisihkan dana tabungan segera setelah menerima gaji atau penghasilan. Prinsip ini membuat tabungan menjadi salah satu prioritas dalam pengelolaan keuangan.
Besarnya nominal tidak harus selalu sama untuk setiap orang. Yang terpenting adalah menyesuaikannya dengan penghasilan, kebutuhan rutin, kewajiban, serta tujuan keuangan.
Sebagai gambaran, metode 50/30/20 dapat digunakan dengan membagi penghasilan untuk kebutuhan, keinginan, serta tabungan atau investasi. Namun, pembagian tersebut tetap perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing.
- Pisahkan Tabungan dari Uang Harian
Uang yang sudah dikumpulkan untuk membeli barang impian sebaiknya tidak dicampur dengan uang untuk kebutuhan sehari-hari.
Kamu bisa menggunakan rekening atau tempat penyimpanan dana yang berbeda. Cara ini membantu mengurangi risiko uang tabungan terpakai ketika sedang berbelanja atau memenuhi kebutuhan lain.
Rekening terpisah juga membuat perkembangan tabungan lebih mudah dipantau. Setiap kali melihat nominalnya bertambah, motivasi untuk mencapai target biasanya ikut meningkat.
Jika tersedia, fitur tabungan otomatis juga bisa dimanfaatkan agar sejumlah dana langsung dipindahkan secara berkala tanpa harus dilakukan secara manual.
- Kurangi Pengeluaran Kecil yang Sering Tidak Terasa
Pengeluaran kecil sering dianggap sepele. Padahal, jika dilakukan berulang kali, jumlahnya bisa cukup besar.
Misalnya, pengeluaran Rp25 ribu untuk jajan atau pesan makanan sebanyak empat kali dalam seminggu bisa mencapai sekitar Rp400 ribu dalam satu bulan.
Bukan berarti kamu harus menghilangkan seluruh hiburan atau kesenangan. Kuncinya adalah mengevaluasi pengeluaran dan menentukan mana yang benar-benar penting.
OJK juga menekankan pentingnya membedakan kebutuhan dan keinginan serta membuat skala prioritas dalam mengelola keuangan.
Sebelum membeli sesuatu yang tidak mendesak, coba tanyakan kembali apakah barang tersebut memang dibutuhkan atau hanya muncul karena tergoda promosi.
- Pantau Perkembangan dan Jangan Mudah Tergoda
Menabung membutuhkan konsistensi. Karena itu, jangan hanya menentukan target lalu melupakannya.
Buat catatan perkembangan tabungan setiap minggu atau bulan. Jika target mulai tertinggal, evaluasi kembali pengeluaran dan sesuaikan nominal tabungan atau tenggat waktu.
Kamu juga bisa membuat pengingat visual, misalnya mencatat progres dari Rp1 juta, Rp2 juta, hingga mencapai nominal yang dibutuhkan.
OJK menyarankan agar perkembangan tujuan keuangan dipantau secara berkala dan rencana dapat disesuaikan ketika kondisi berubah.
Selain itu, jangan sampai mengejar barang impian justru membuat kebutuhan utama dan dana darurat terabaikan. Barang yang diinginkan memang penting, tetapi kondisi keuangan yang sehat tetap harus menjadi prioritas.
Membeli barang impian dengan hasil tabungan sendiri membutuhkan waktu dan kedisiplinan. Namun, proses tersebut dapat terasa lebih ringan jika target dibuat jelas dan nominalnya disesuaikan dengan kemampuan.
Mulai dari menentukan harga, menetapkan tenggat waktu, menyisihkan uang di awal, memisahkan tabungan, hingga mengontrol pengeluaran kecil.
Dengan strategi tersebut, barang yang awalnya hanya ada di wishlist bukan tidak mungkin akhirnya benar-benar bisa dimiliki tanpa harus mengorbankan kondisi keuangan.


Leave a Reply